



Metode ini adalah suatu metode pemotretan untuk melatih kepekaan dalam melihat sesuatu secara detail yang runtut dan tajam. Tahapan-tahapan yang dilakukan pada setiap unsur dari metode itu adalah suatu proses dalam mengincar suatu bentuk visual atas peristiwa bernilai berita. Berikut ke
Metode E (Entire) adalah tahapan yang dikenal juga sebagai Establised Shot, suatu keseluruhan pemotretan yang dilakukan begitu melihat suatu peristiwa atau bentuk penugasan lain, untuk mengintai bagian-bagian lain untuk dipilih sebagai obyek pemotretan.
Berikut ini adalah contoh foto-foto dengan Metode Entire :
Metode D (Detail) suatu pilihan atas n tertentu dan keseluruhan pandangan terdahulu
(entibagiare). Dalam tahap ini dilakukan suatu pilihan pengambilan keputusan atas sesuatu yang dinilai paling tepat sebagai point of interest-nya. Pada tahap ini penglihatan dalam proses yang sedemikian cepat, diramu dengan pengetahuan jurnalistik yang memadai untuk menghasilkan imaji yang diinginkan.
Berikut ini adalah contoh foto-foto dengan Metode Detail :
Metode F (Frame) tahap dimana kita membingkai suatu detail yang telah dipilih. Fase ini mengantar seorang calon foto jurnalis mengenal arti sebuah komposisi, pola, tekstur, dan bentuk obyek pemotretan secara akurat. Dalam pase ini rasa artistik seorang foto jurnalis semakin penting.
Berikut adalah contoh-contoh foto dengan Metode Frame :
Metode A (Angle) tahap dimana sudut pandang menjadi dominan pada fase sebagai pilihan untuk posisi dalam pengambilan gambar. Apakah itu dengan memilih sudut pengambilan dari ketinggian, kerendahan, level mata, kidal, kanan dan cara lain dalam melihat sudut pandang. Pada fase ini seorang foto jurnalis menjadi penting untuk mengkonsepsikan visual apa yang diinginkannya.
Berikut adalah contoh foto-foto yang menggunakan Metode Angle :
Pengertian News Value
Tidak setiap berita bisa dijadikan berita jurnalistik. Ada ukuran-ukuran tertentu yang dipenuhi agar suatu kejadian atau peristiwa dapat diberitakan. Ukuran ini disebut sebagai Kriteria Layak Berita (News Value), yaitu layak tidaknya suatu peristiwa ditulis oleh suatu media.
Kriteria Layak Berita
Peristiwa yang dianggap mempunyai nilai berita atau layak berita adalah yang mengandung satu atau beberapa unsur berikut ini:
Actual (kekinian). Peristiwa diliput dan ditulis karena baru saja terjadi atau mengandung hal kekinian. Jika peristiwa sudah lewat, maka dianggap basi.
Contoh: Acara Dialog Interaktif “Kekerasan Seksual dalam Rumah Tangga“ yang diadakan oleh UKM Penulis UM pada tanggal 23 Nopember 2006, akan menjadi tidak actual jika beritanya dimuat seminggu kemudian
Signikansi (penting). Peristiwa penting yang berpeluang mempengaruhi kehidupan orang banyak, atau kejadian yang mempunyai akibat terhadap kehidupan pembaca.
Contoh: bencana alam Tsunami menjadi peristiwa sangat penting karena dampaknya sangat besar, baik korban jiwa maupun kerugian material.
Magnitude (besar). Peristiwa besar yang berpengaruh bagi kehidupan orang banyak, atau peristiwa yang menyangkut angka-angka yang bila dijumlahkan akan sangat menarik bagi pembaca.
Contoh: bencana alam Tsunami di Aceh menjadi besar karena dari sekian banyak daerah yang terkena Tsunami. Aceh adalah daerah yang paling terbesar dalam jumlah kerusakan dan jumlah korban. Contoh lain adalah angka drop out mahasiswa yang mencapai angka ratusan.
Proximity (kedekatan). Peristiwa yang terjadi dekat dengan pembaca. Biasanya, kedekatan ini bersifat geografis atau emosional.
Contoh: ledakan bom di India dan Bali yang masing-masing menewaskan 10 orang. Orang Indonesia akan memilih membaca ledakan bom di Bali terlebih dahulu daripada ledakan bom di India.
Prominence (tenar). Peristiwa yang menyangkut orang, benda atau tempat yang terkenal atau sangat dikenal oleh pembaca.
Contoh: perkelahian antara Walikota dan Wakil Walikota atau pemugaran Candi Borobudur.
Human Interest (manusiawi). Peristiwa yang memberi sentuhan perasaan bagi pembaca. Biasanya, peristiwa menyangkut orang biasa dalam situasi luar biasa, atau orang besar dalam situasi biasa.
Contoh: peristiwa operasi kembar siam atau Rektor UM melihat konsernya Tani Maju.
Konflik. Peristiwa yang menghadirkan dua pihak yang saling berlawanan kepentingan.
Contoh: peristiwa perang di Aceh, demonstrasi menentang pembangunan MATOS, pertandingan Arema melawan Persebaya, perselisihan antara Rektor dengan mahasiswa.
The Unsual (tidak biasa). Peristiwa yang tidak biasa terjadi.
Contoh: wanita yang memiliki tinggi 90 cm menjadi pemain basket yang sangat andal.